PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Habib Ismail bin Yahya mengatakan, saat ini Kalteng memiliki 10.905 unit sumur bor untuk mengatasi karhutla.

“Sumur ini dibuat mulai tahun 2017 sampai 2019,” terang Ismail dalam rapat terbatas terkait persiapan penanggulangan karhutla di Aula Jayang Tingang, Selasa, 9 Februari 2021.

Berdasarkan data, sumur bor tersebut tersebar di sepuluh wilayah. Mulai dari kawasan Pulang Pisau dengan 6.440 unit, kemudian Kapuas 1.458 unit dan Barito Selatan 670 unit.

Setelah itu Katingan 750 unit, Palangka Raya 782 unit, Kotawaringin Timur 605 unit, Kotawaringin Barat 50, Sukamara 75 unit. Kemudian OPCLGT Palangka Raya 50 unit, dan OPCLGT Pulang Pisau 25 unit.

“Masyarakat Peduli Api (MPA) juga sudah dibentuk, ada pada 103 Desa di 8 kabupaten dan  kota se-Kalteng, masing-masing regu atau desa adalah 20 orang. Totalnya ada yakni sekitar 2.060 anggota,” imbuhnya.

Sedangkan pemberdayaan masyarakat untuk sekat kanal selama 2017 sampai 2019 ada 2.875 unit.

--page

“Masyarakat Peduli Tabat (MPT) yang sudah dibentuk ada pada 60 Desa di 8 kabupaten kota se-Kalteng, masing-masing regu desa adalah 10 orang yakni jadi totalnya ada 600 anggota,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-11)