BORNEONEWS, Sampit - Musim hujan seperti saat ini ternyata rawan dimanfaatkan pelaku pencurian. Hal itupun dibuktikan dengan maraknya kasus pencurian dalam beberapa pekan terakhir ini.
"Maraknya pencurian, karena para pelaku memanfaatkan kelalaian masyarakat di tengah musim hujan. Karena tidak sedikit masyarakat yang pulas tertidur saat hujan melanda, sehingga lalai dengan rumahnya," kata Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, Sabtu, 27 Februari 2021.
Kelalaian masyarakat tersebutlah yang mengundang pelaku kejahatan untuk beraksi. Apalagi, tidak jarang warga yang kecapaian dan ingin cepat-cepat istirahat, hingga lupa mengunci jendela bahkan pintu rumahnya.
Itu memunculan kemudahan bagi pelaku kriminal untuk beraksi. Hingga akhirnya, warga menjadi korban pencurian.
"Saya minta tolong kesadaran masyarakat mengamankan properti atau barang berharga miliknya. Jangan sampai saat tidur lupa mengunci rumah," kata AH Jakin.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar saat ke luar rumah jangan sampai lupa mengunci seluruh pintu dan jendela. Begitu juga kendaraan jangan ditaruh sembarangan.
--page
"Ada kejadian beberapa waktu lalu, akibat pintu rumah tidak terkunci, maling leluasa beraksi," terang Jakin.
Dia mengungkapkan bahwa polisi tidak mungkin melakukan pengawasan secara ketat 24 jam. Area personel sangat terbatas dan wilayah Kotim sangat besar. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)









