TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan Polri, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi.

Kerawanan-kerawanan tersebut dipaparkan Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas saat membacakan amanat Kapolri dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Telabang 2021 di halaman Polres Bartim, Rabu, 5 Mei 2021.

"Di antaranya ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, perusahakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kelompok kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas maupun ancaman bencana alam," ucap Ampera.

Untuk itu, seluruh kepala satuan wilayah atau kasatwil diharapkan mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif, aplikatif dengan bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing wilayah.

Kapolri juga menekankan agar setiap personel gabungan yang bertugas dalam Operasi Ketupat Telabang pada 6 - 17 Mei 2021, mempersiapkan mental dan fisik yang dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menghindari sikap yang tidak mencerminkan jati diri sebagai sosok pelindung pengayom dan pelayan masyarakat.

"Lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan peran fungsi intelijen dan bhabinkamtibmas untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat sehingga dapat diantisipasi sedini mungkin setiap permasalahan yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas," ucapnya.

Sementara itu Kapolres Barito Timur, Afandi Eka Putra usai apel tersebut menjelaskan, Operasi Ketupat Telabang 2021 dilaksanakan bertepatan peniadaan mudik lebaran antar provinsi.

--page

Operasi Ketupat Telabang juga dilakukan guna memberi jaminan keamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah dengan aman, nyaman, tertib dan lancar di tengah suasana pandemi covid-19 yang masih melanda.

"Operasi Ketupat Telabang 2021 mengedepankan kegiatan pencegahan dengan didukung deteksi dini dan penegakan hukum dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Afandi.

Dia menambahkan, meski mudik antar kabupaten dalam provinsi tidak dilarang, namun pemerintah tetap memperketat pengawasan mobilisasi masyarakat di perbatasan kabupaten.

"Kami juga tetap mengimbau masyarakat untuk menunda mudik dulu demi keselamatan diri sendiri dan keluarga dari penularan covid-19," pesan Afandi. (BOLE MALO/B-11)