SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekolah Dasar Negeri 3 Mentawa Baru Hulu, menjadi salah satu sekolah di Kotawaringin Timur yang menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sekolah ini memiliki sistem efektif membagi jadwal PTM. 

"Dengan sistem seperti ini peserta didik lebih nyaman dan guru tidak kewalahan," ujar Wakil Kepala SDN 3 MB Hulu Sampit, Niat Sugeng Prioyono, Rabu, 19 Mei 2021.

Dia menjelaskan, sekolah tersebut menerapkan pembagian dua kelompok rombongan belajar. Setiap kelompok melaksanakan belajar tatap muka sebanyak tiga kali dalam sepekan. 

"Dalam satu hari satu kelompok masuk. Satu kelompok adalah 50 persen jumlah kelas. Misal kelompok 1 masuk Senin kelompok 2 masuk Selasa, begitu seterusnya. Waktu belajar pagi sampai jam belajar pulang," jelas Sugeng. 

Pihaknya sudah mencoba membagi jadwal dua kelompok dalam sehari. Namun, hal itu membuat para guru kewalahan. Demikian dengan pengawasan protokol kesehatannya akan lebih berat. 

--page

Hanya saja, diakuinya waktu belajar memang berkurang. Waktu belajar pekan normal harus dibagi dua waktu belajar saat pandemi ini. 

"Pelajaran kelompok 1 pada hari Senin sama dengan pelajaran kelompok 2 pada hari Selasa. Waktu satu pekan normal dikerjakan dua pekan dalam pembelajaran saat  pandemi ini," imbuhnya. 

Untuk diketahui, dari 303 tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kotawaringin Timur, sebanyak 113 melakukan PTM. Di tingkat Sekolah Dasar (SD) dari 368 sekolah sebanyak 284 melakukan PTM. Sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 108 sekolah sebanyak 87 sudah melakukan PTM. (MAGANG 2/B-7)