SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - SMP Negeri 1 terpaksa harus menunda dulu Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dengan adanya penundaan ini, para guru mengaku makin rindu dengan peserta didiknya. 

 "Sebenarnya sepekan setelah lebaran kami sudah siap-siap pembelajaran tatap muka. Tapi pihak kecamatan menyurati agar tunda dulu, maka kami harus patuhi," ungkap Kepala SMP Negeri 1 Sampit, Maspa Puluhulawa, Senin, 24 Mei 2021.

Diungkapkan Maspa, para guru di sekolah itu saat ini sudah sangat merindukan para siswanya. Sebab itu, pihak sekolah sangat antusias menyiapkan keperluan PTM. Berharap bisa bertemu dengan peserta didik, meski dengan segala peraturan ketat. 

"Kami juga sedih ketika ketemu anak di luar sekolah, mereka tidak disiplin lagi, rambut gondrong, dan tidak seperti saat masuk sekolah normalnya. Kami khawatir mereka tidak kenal lagi dengan gurunya," ujarnya. 

Sebenarnya, pihak sekolah mengaku sangat siap melaksanakan PTM. Bahkan sebelumnya sempat beberapa kali melaksanakan PTM. Setelah dievaluasi, hasilnya tidak ada yang mengkhawatirkan.

--page

"Kami sudah mencoba, Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Sebab siswa di SMP Negeri 1 ini mudah diatur. Bahkan mereka juga bawa bekal sendiri dari rumah,” ungkap Maspa.

Kendati demikian, Maspa juga memaklumi kondisi yang saat ini tidak memungkinkan. Apalagi sejumlah orangtua masih khawatir bila anaknya harus berangkat ke sekolah.

Pihak sekolah pun belum mengetahui sampai kapan larangan PTM di sekolah tersebut. Pihak sekolah hanya bisa berharap kondisi ini segera berakhir dan segera bisa melaksanakan PTM.(MAGANG 2/B-7)