BORNEONEWS, Sampit - Sebagian besar sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sampit, Kotawaringin Timur, mengaku belum menemukan kendala yang berarti dalam penerapannya. Salah satunya di SDN 12 Mentawa Baru Hulu, Kecamatan MB Ketapang.
"Alhamdulillah berjalan lancar sesuai harapan," ujar Jumiati, guru piket yang ditemui wartawan saat memeriksa suhu tubuh murid yang akan masuk ke lingkungan SDN 12 Mentawa Baru Hulu, Sabtu, 29 Mei 2021.
Pantauan Borneonews, penerapan protokol kesehatan di sekolah yang dikepalai Adriansyah itu cukup ketat. Setiap murid dan guru yang masuk diperiksa suhu tubuhnya. Bahkan, bagi murid yang kedapatan tidak mengenakan masker diminta pulang untuk mengambil.
"Terpaksa kami suruh pulang ambil dulu maskernya. Bisa saja kami sediakan masker, tapi kalau dibiarkan terus akan menjadi kebiasaan," ujar Jumiati.
Pihak sekolah memastikan pemantauan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Apalagi jumlah peserta didiknya tidak terlalu banyak. Hal ini mempermudah guru untuk mendisiplinkan protokol kesehatan.
--page
Belum lagi masih ada murid yang belum mengikuti PTM. Sebagian masih ada yang berada di luar Kalimantan. Sebagian lagi masih belum bisa keluar karena orangtuanya kebekerja di perusahaan perkebunan.
"Nah untuk mereka ini, pihak sekolah memberlakukan belajar dari rumah atau sekolah dalam jaringan," tutupnya.
Seperti diketahui, PTM di Kotawaringin Timur sudah dilaksanakan sejak 24 Mei 2021 lalu. PTM dilaksanakan atas kesepakatan sekolah dan orangtua. Sebagian orangtua yang tak setuju tetap melaksanakan sekolah daring. Sedangkan yang setuju melaksanakan PTM dengan pemberlakuan protokol kesehatan ketat. (MAGANG 2/B-7)









