BORNEONEWS, Sampit - Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 2 Sampit menyerahkan sepenuhnya keputusan pembelajaran tatap muka (PTM) kepada orangtua siswa. Orangtua diberi kebebasan menentukan, melaksanakan PTM atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
"Semua tergantung orangtua. Bagi yang mengizinkan anaknya PTM, sekolah sudah siap. Sedangkan yang belum bersedia, belajar dalam jaringan (daring)," kata Kepala SMP Negeri 2 Abdurrahman, Rabu, 2 Juni 2021.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada yang melaksanakan PJJ. Saat ini di sekolah tersebut, sudah melaksanakan PTM. Semua diklaim sudah memenuhi standar protokol kesehatan yang ditentukan Satgas Penanganan Covid-19.
"Alhamdulillah sekolah sangat siap untuk PTM. Demikian juga siswa sangat disiplin. Mereka tanpa dikomando jaga jarak. Bahkan bawa bekal dari rumah," ujarnya.
Demikian halnya dengan pembagian waktu belajar sudah dibagi menjadi dua kelompok belajar dalam setiap kelasnya.
--page
"Misalnya kelompok A masuk belajar tatap muka pukul 07.00-09.00 maka kelompok B pukul 09.30-11.30, begitu setiap harinya," jelas Abdurrahman.
Seperti diketahui, PTM di Kotawaringin Timur sudah dilaksanakan sejak 24 Mei 2021 lalu. PTM dilaksanakan atas kesepakatan sekolah dan orangtua. Sebagian orangtua yang tak setuju tetap melaksanakan sekolah daring. Sedangkan yang setuju melaksanakan PTM dengan pemberlakuan protokol kesehatan ketat. (MAGANG 2/B-5)









