BORNEONEWS, Sampit - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini menjadi salah satu pertimbangan para orangtua dalam menentukan sekolah baru bagi anaknya. Mayoritas orangtua lebih memilih sekolah yang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
"Sebelum mendaftar mereka banyak yang menanyakan apakah sudah tatap muka, kalau belum mereka bakal cari sekolah yang lebih siap," ungkap Kepala TK Negeri Pembina Sampit, Ida Yusiana, Jumat, 4 Juni 2021.
Hal tersebut terjadi di sekolahnya sejak pembukaan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sebelum mendaftar orangtua terlebih dahulu menelusuri sekolah-sekolah yang terdekat dan dinilai terbaik, serta melaksanakan PTM.
"Bahkan ada orangtua yang menunda anaknya daftar sekolah, hanya untuk menunggu belajar tatap muka," jelasnya.
PTM dinilai lebih efektif daripada pembelajaran jarak jauh. Para peserta didik bisa berinteraksi dengan guru dan temannya, meski di tengah pandemi saat ini semuanya harus dibatasi protokol kesehatan.
--page
"Saya pribadi merasa kesulitan ketika anak belajar jarak jauh. Selain banyak kendala, juga memerlukan biaya lebih. Apalagi bagi anak yang masih Taman Kanak Kanak," kata Idah, salah seorang orangtua.
Sejumlah TK maupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kotawaringin Timur sudah melaksanakan PTM. Dari 303 tingkat PAUD sebanyak 113 melakukan PTM.
"Kami saat ini PTM tapi sudah memasuki masa akhir pembelajaran, tanggal 26 Juni nanti pembagian ijazah," imbuh Ida.
Pihak TK Negeri Pembina mengaku berupaya terus disiplin melaksanakan anjuran dari Satgas Covid-19 dan Disdik Kotawaringin Timur. Selain dengan menerapkan protokol kesehatan juga dengan mengatur kelompok dan waktu belajar. (MAGANG 2/B-5)









