SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Suparmadi melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Penyelenggaran Tugas Pembantuan untuk SMK dan SMA Asyari menginginkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah itu mandiri dan dapat menjadi wirausahawan. Apalagi mengingat, semua sektor saat ini berdampak pandemi. 

"Zaman sekarang jangan hanya mencari kerja, ciptakan lapangan kerja," kata Asyari, Sabtu, 4 Juni 2021.

Pandemi Covid-19 berdampak pada merosotnya pertumbuhan ekonomi. Tentunya, kondisi tersebut akan berpengaruh pada lulusan SMK tahun ini.

Banyak lulusan yang mencari kerja diprediksi berujung menganggur. Dirinya menegaskan, sejak awal dibentuk, siswa SMK diberikan materi pembelajaran untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

"Siswa SMK diajarkan untuk mandiri agar setelah lulus bisa berwirausaha," tegasnya.

--page

Dengan demikian, menurut Asyari, seharusnya lulusan SMK tidak terganggu saat ada guncangan ekonomi, seperti saat ini. Sebab itu, di sekolah kejuruan, ada mata pelajaran prakarya dan kewirausahawan. 

Di masa yang tidak menentu ini, lulusan SMK harus terus optimis. Asyari meyakinkan dengan kondisi apapun, peluang di berbagai bidang tetap ada. 

Tahun ini, ada sebanyak 2.338 pelajar SMK di Kotawaringin Timur, menerima pengumuman kelulusan. Ada sebanyak 24 SMK di daerah itu terdiri dari 15 sekolah negeri dan 9 sekolah swasta. (MAGANG 2/B-5)