SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong pembelajaran tatap muka terbatas, sehingga vaksinasi terhadap guru gencar dilakukan. 

Kepala Sub Bagian Penyelenggaran Tugas Pembantuan untuk SMK dan SMA Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Asyari mengatakan pemerintah daerah menargetkan vaksinasi selesai sebelum 12 Juli 2021.

Pada tanggal itu harusnya pembelajaran tatap muka mulai serentak dilakukan sekolah di semua jenjang pendidikan. 

"Pembelajaran tatap muka didorong untuk mengurangi dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh. Setelah semua divaksin, baru nanti serentak dilaksanakan PTM," ujarnya, Selasa 8 Juni 2021.

Saat ini pemerintah terlebih dulu mengutamakan vaksinasi untuk guru TK, SD, SMP. Baru selanjutnya guru tingkat SMA/SMK. 

--page

Terkait soal stok, menurutnya itu tergantung kecukupan vaksinnya di setiap kecamatan. Apabila tidak cukup maka menunggu suplai vaksin dari Pemerintah  Provinsi Kalimantan Tengah. 

"Juni ini kabarnya pemerintah provinsi akan mengirimkan lagi vaksin ke beberapa daerah termasuk untuk Kotim," imbuhnya.

Meski berada dalam lingkup Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, namun untuk vaksinasi guru SMA dan SMK dikoordininasikan oleh Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur. Di Kotawaringin Timur ada 481 guru SMA dan 477 guru SMK. 

Guru yang telah divaksin wajib memberikan pelayanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan. Meski demikian orang tua bebas memilih pembelajaran. 

"Orangtua boleh memilih metode yang nyaman bagi anaknya, belajar tatap muka di sekolah atau tidak," pungkasnya. (MAGANG 2/B-6)