SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - SMP Negeri 1 Sampit saat ini menggencarkan sosialiasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Orangtua pun diharapkan aktif bertanya bila ada yang tidak dipahami. 

"Kami gencarkan sosialisasi PPDB ini, bagi orangtua maupun calon peserta yang belum paham bisa menanyakan langsung ke pihak sekolah," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMP Negeri 1 Sampit, Remi, Rabu, 9 Juni 2021.

Menurutnya, masih banyak orangtua yang kurang paham terkait PPDB. Terutama di jalur zonasi. Ada saja orangtua yang protes anaknya tidak lulus di jalur zonasi tapi secara akademik memiliki prestasi. 

"Ini terjadi tahun lalu, orangtua protes anaknya pintar tapi tidak lolos seleksi PPDB di jalur prestasi. Semestinya bila anak memiliki prestasi ikut seleksi melalui jalur prestasi. Sertakan saja bukti prestasinya," ungkap Remi. 

Kebanyakan orangtua percaya diri anaknya diterima karena merasa tempat tinggal dekat dengan sekolah. Padahal, belum tentu masuk dalam kuota zonasi yang sebanyak 50 persen itu. 

PPDB di Kotim, akan dilaksanakan hingga akhir Juni. PPDB dibagi menjadi empat jalur, yakni jalur zonasi, afirmasi, prestasi dan mutasi. 

Jalur zonasi merupakan pendaftaran bagi calon peserta didik yang berdomisili di dalam wilayah zona yang telah ditetapkan. Kriterianya memerhatikan sebaran sekolah, data sebaran domisili calon peserta didik dan kapasitas daya tampung sekolah yang disesuaikan dengan ketersediaan jumlah anak usia sekolah pada setiap jenjang. 

--page

Jalur afirmasi merupakan pendaftaran yang memberikan kesempatan lebih besar bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mengakses pendidikan bermutu dan disubsidi oleh pemerintah. 

Jalur prestasi merupakan seleksi PPDB berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik. Jalur ini merupakan apresiasi kepada peserta didik yang telah menunjukkan prestasi selama sekolah.

Sedangkan jalur mutasi merupakan jalur khusus bagi calon peserta didik yang orangtuanya pindah. (MAGANG 2/B-11)