PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh bersama anggota Komisi III melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kunker ini dalam rangka melihat dan mempelajari strategi pengelolaan 
wisata di DIY. 

Dalam Kunker ini Faridawaty selaku Koordinator Bidang Pariwisata ditemani oleh sejumlah Anggota Komisi III DPRD Kalteng di antaranya Andina Theresia Narang, Sri Neni Trianawati, Andayani, dr Niksen S. Bahat, Heri Santoso, dan didampingi staf komisi dan staf fraksi.

Tujuan kaji banding ini agar nantinya sektor pariwisata di Bumi Tambun Bungai yang merupakan potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD) bisa dikelola dan kembangkan dengan maksimal. 

Sebab saat ini potensi pariwisata alam, budaya, dan religis di Kalteng sangat banyak, namun masih perlu untuk terus dikelola dan dikembangkan agar mampu menarik kunjungan wisata lokal, nasional bahkan wisatawan mancanagara.

Diketahui, saat ini DIY merupakan salah satu tujuan destinasi wisata yang banyak diminati, karena pemerintah daerah mampu memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) dengan baik. 

--page

Oleh karena itu guna melihat dan mempelajari strategi pengelolaan wisata di DIY, maka jajaran pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Kalteng mengelar kunjungan kerja ke wilayah ke DIY.

Faridawaty yang merupakan Ketua DPW NasDem Kalteng menuturkan setelah melakukan kaji banding ini anggota dewan banyak mendapatkan informasi dari Dinas Pariwisata DIY mengenai pengelolaan pariwisata.

"Kita ketahui karena akibat pandemi Covid-19 ini sekarang aktivitas bisnis bidang pariwisata disemua wilayah terdampak dan menyebabkan masih minim jumlah wisatawan," sebutnya, Minggu 13 Juni 2021.

Farida menuturkan saat ini pertumbuhan ekonomi DIY triwulan pertama 2021 masih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata nasional. Untuk itu saat ini Pemprov DIY menyiapkan destinasi wisata dan industri dengan pendampingan kerja sama dengan Bank Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif.

"Jadi di DIY, setiap pemerintahan kabupaten atau kota pada Juli 2021 sudah mengusulkan program destinasi berikut objeknya," tuturnya.

--page

"Apa program dan objek pada saat pintu kondisi normal dibuka, kesiapan ruang isolasi, westafel, termogun dan penerapan prokes. Setiap kabupaten atau kota bisa mengajukan 30 objek wisata. Destinasi ini diajukan dengan syarat-syarat kesiapannya, kemudian dilakukan ujicoba terbatas, simulasi, sertifikasi, monitoring evaluasi dan
program staycation yakni mendorong masyarakat Yogyakarta untuk menghabiskan masa liburan di dalam DIY atau tidak liburan ke luar daerah," jelasnya. 

Diharapkan wisatawan yang datang dalam keadaan sehat dan pulang juga di dalam kondisi sehat dengan tujuan akhir ekonomi dibidang pariwisata bisa bangkit. (ROKIM/B-6)