BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga Sampit mengharapkan agar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022 berjalan bersih dan transparan. Jangan sampai ada sogokan apalagi titipan dari pihak tertentu.
"Semoga berjalan adil, tidak ada sogok-menyogok, apalagi titipan," ucap Rida, salah seorang orangtua calon peserta didik yang mendaftar ke salah satu SMP di Kotim, Kamis, 24 Juni 2021.
Menurutnya, walaupun sekolah telah menerapkan sistem dalam jaringan dalam PPDB, hal itu belum bisa sepenuhnya menutup potensi terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Pasti ada saja upaya oknun memasukkan peserta didik baru tanpa jalur resmi.
”Mudah-mudahan pada sistem baru ini bisa membawa perubahan agar PPDB bisa bersih dan transparan,” harap Rahmad, orangtua peserta didik lainnya.
Pendaftaran anak dengan sistem zonasi dinilai orang tua merupakan kebijakan yang tepat. Jika hal ini berjalan sesuai aturan pemerintah, maka pemerataan kemajuan pendidikan dapat terwujud.
Pihak sekolah diharapkan tegas menolak segala jenis bentuk pelanggaran yang ingin mengakali sistem zonasi dalam PPDB tersebut.
--page
"Tegas saja tolak, kasihan yang sudah mendaftar, taat prosedur, dan layak bersekolah di tempat yang diinginkan," pungkas Rahmad. (MAGANG 2/B-11(









