SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, turut berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru honorer di daerah itu. Harapannya, para guru honorer ini bisa menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

"Saya berharap guru honorer ini bisa jadi PPPK. Seperti diketahui guru honorer di tempat kita juga banyak. Harapan kami bisa diperhatikan dan bisa menjadi PPPK," kata Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi, Senin 12 Juli 2021. 

Menurut Suparmadi, jika kesejahteraan guru meningkat, hal ini akan berdampak baik pada kualitas pendidikan di daerah itu. 

"Jika kesejahteraan bagus maka kualitas juga makin bangus,"katanya.

Seperti diketahui, Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengalami kekurangan guru. Terlebih lagi di wilayah pedalaman. Sementara ketersediaan guru baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun PPPK terus kurang. 

--page

Untuk menutupi kekurangan itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berencana akan kembali mengangkat guru tenaga kontrak dan tenaga honorer di sekolah.

"Ini nanti secara bertahap akan kami penuhi," kata Bupati Kotim, Halikinnor, belum lama ini. 

Kekurangan guru juga terjadi karena sebagian guru yang saat ini bertugas memasuki masa pensiun. Bahkan, setiap hari selalu ada guru berstatus ASN yang pensiun. 

Hal tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, untuk segera merekrut tenaga kontrak maupun tenaga honorer sekolah. Sehingga tujuan pemerataan pendidikan hingga pelosok daerah oleh pemerintah dapat terwujud. (USAY NOR RAHMAD/B-7)