SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi mengatakan, sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru selalu menuai pro dan kontra. Namun dia yakin, adanya sistem ini dapat memacu pelajar untuk berkompetisi akhirnya berujung prestasi.

"Adanya sistem zonasi ini otomatis peserta didik yang berprestasi atau pintar di bidang akademik tidak akan bertumpuk pada satu sekolah," kata Suparmadi, Jumat, 16 Juli 2021. 

Menurut Suparmadi, pelajar akan tersebar di sekolah yang terdekat pada rumah masing-masing. Sehingga, dampaknya akan memacu kompetisi berprestasi bagi anak-anak lainnya yang satu sekolah. 

Menurutnya, jika tidak ada sistem zonasi maka seperti sebelumnya anak-anak berprestasi hanya akan berkumpul pada satu sekolah yang dianggap favorit. Padahal, ujar Suparmadi, semua sekolah itu sama baiknya.

"Kalau mereka berkumpul dalam satu sekolah maka akan sulit berkembang," katanya. 

Sementara itu, dengan adanya beda sekolah pelajar akan berlomba mengharumkan nama sekolah masing-masing melalui prestasi. Demikian dengan pelajar lain yang sebelumnya belum memiliki prestasi juga akan terpacu.

--page

Suparmadi menambahkan, tidak ada alasan untuk tidak memberlakukan sistem zonasi di Kotim. Pasalnya, pemberlakuan sistem ini sudah melalui tahap kajian. Diterapkannya sistem ini pun diharapkan sebagai solusi permasalahan pemerataan pendidikan yang ada. (USAY NOR RAHMAD/B-11)