SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Adanya kemunculan buaya di perairan Sungai Mentaya sekitar kota tak banyak berpengaruh terhadap aktivitas wisata susur sungai. Sejumlah wisatawan bahkan mengaku penasaran dengan keberadaan buaya. 

"Tidak takut, karena seperti yang kita ketahui, perahu atau kelotok susur sungai yang ada kini cukup besar dan kuat,"ujar Atul, salah seorang wisatawan susur sungai, Minggu 1 Agustus 2021. 

Meski demikian wisatawan mengaku harus ekstra hati-hati, karena khawatir terpeleset dan jatuh ke sungai. 

Berbeda dengan Atul, wisatawan lainnya, Nordin justru mengaku makin penasaran. Meski, dalam video yang beredar di media sosial jelas sekali terlihat kemunculan predator muara itu. 

"Penasaran juga, di dalam video itu karena buaya tampak tidak takut dengan keberadaan kelotok yang berseliweran. Kalau ada, mungkin saya minta tukang motoris kelotok untuk mendekat," kata Nordin. 

--page

Meski tak berpengaruh terhadap aktivitas wisata susur sungai, warga berharap agar buaya tersebut ditangkap dan dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan jauh dari jangkauan manusia. 

" Kalau bisa ditangkap saja. Sebab banyak anak-anak yang beraktivitas di sungai. Berbahaya," kata Gajali, motoris kelotok. 

Sementara Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengaku belum bisa memutuskan untuk menangkap hewan peninggalan prasejarah itu. 

" Buaya hanya muncul sekali itu pun di tengah sungai. Kami juga belum mengetahui tempat pastinya. Sehingga bel bisa dijebak maupun dipancing," pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)