PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Serapan anggaran dalam rangka pemulihan ekonomi daerah kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), diawal semester memang masih rendah. Sehingga, pemerintah daerah menargetkan pada semester kedua, serapan anggaran akan mulai naik.

Bupati Kobar Nurhidayah mengakui, memang serapan anggaran pada semester awal masih rendah. Sebab, semuanya masih dalam proses, selain itu juga masih kendala teknis terkait aturan yang terkadang berubah.

"Untuk pemulihan ekonomi, khsususnya terkait masalah penyerapan anggaran kita kemarin sudah ada rapat untuk masalah ini, di semester kedua ini insya allah serapan anggaran kita akan mulai naik," kata Nurhidayah saat dikonfirmasi di ruang kerjanya belum lama ini.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman, bahwa pihaknya telah melakukan rapat evaluasi realiasi belanja bidang kesehatan dalam rangka penangan Covid-19. Ternyata penyerapan anggaranya masih minim yaitu hanya terserap 30 persen dari total dana yang dianggarkan. Jadi dari total 47,46 Miliar hanya terserap sekitar 15 Miliar saja, pada tanggal 15 Juli 2021.

Lanjutnya, Bupati Nurhidayah mengatakan, bahwa masih rendahnya serapan anggaran, ini terjadi karena refokusing anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Sehingga, Pemda juga harus menyesuaikannya, terutama belanja ke pihak ketiga.

--page

"Jadi sebenarnya, kendala-kendala itu ada di teknis, dengan aturan-aturan yang baru. Sehingga kita harus menyesuaikannya dan berpengaruhlah pada serapan anggaran," ungkapnya.

Namun, belanja untuk kesehatan itu sudah didistribusikan semua, tapi ada beberapa belanja yang ke pihak ketiga, karena ada kendala teknis yakni refokusing anggaran sehingga harus menyesuaikan kondisi yang ada.

"Tapi insya allah di semester kedua ini mudah - mudahan tidak ada lagi petunjuk teknis dari pusat yang berubah, sehingga kita tuntaskan untuk serapan anggaran," pungkasnya. (DANANG/B-5)