SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, merasa resah dengan keberadaan buaya  di perairan Sungai Mentaya sekitar kota. Apalagi sejumlah anak masih bandel dengan berenang ke sungai.

"Kalau anak yang sudah besar pasti takut. Tapi yang kecil-kecil mereka seakan enggak peduli ada buaya," kata Kahfianur, salah seorang ketua RT di Kelurahan Mentaya Seberang, Jumat, 6 Agustus 2021.

Kendati demikian diakui warga setelah adanya kemunculan buaya, aktivitas berenang anak-anak setiap sore kini jauh berkurang. Namun, warga khawatir kesadaran anak ini hanya berlangsung beberapa hari saja. 

"Anak-anak ini palingan cuma sepekan tidak berenang. Kalau orang tua lengah mereka pasti sembunyi-sembunyi berenang," kata Khairiah, warga Mentaya Seberang. 

Warga berharap ada tindak lanjut dari pihak terkait seringnya penampakan buay di sekitar perairan tempat tinggal mereka.

--page

Sebab sebagian besar warga bantaran ini masih bergantung dari air Sungai Mentaya. Baik untuk keperluan mandi cuci kakus, membersihkan rotan, ataupun aktivitas lainnya yang bersinggungan dengan sungai. 

"Kami berharap agar buaya dapat ditangkap dan dipindahkan ke daerah lain. Sehingga tak ada korban luka maupun korban jiwa," katanya.

Diketahui kemunculan buaya muara semakin sering di perairan sekitar kota. Beberapa hari sebelumnya buaya muncul berseberangan lokasi Kompleks Ikon Jelawat berselang hari kembali muncul sebelah Hilir lokasi kemunculan pertama. (USAY NOR RAHMAD/B-6)