PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Petugas BKSDA SKW II Pangkalan Bun dibantu dengan tim dokter hewan dari Orangutan Foundation Internasional (OFI), harus melakukan 5 kali tembakan bius saat mengevakuasi oranguyan di pepohonan pintu masuk Cargo Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Rabu 18 Agustus 2021.

Disampaikan oleh Ketut selaku dokter hewan OFI bahwa saat proses evakuasi orangutan jenis kelamin jantan di kawasan Bandara Iskandar Pangkalan Bun, tim menembakkan 5 kali obat bius, namun dua bius meleset.

"Karena posisi Orangutan berada diatas pohon yang cukup tinggi dan bergerak dari satu pohon ke pohon yang lain, sehingga cukup susah untuk ditembak bius," kata Ketut saat dibincangi Borneonews.

Petugas harus naik ke atas pohon agar jarak lebih dekat dengan orangutan, sehingga memudahkan tim Rescue membidik tepat sasaran.

Dalam sekali tembakan ia takar dengan dosis untuk 50 Kg berat Badan Orangutan. Adapun harganya, setiap jarum tembak itu berkisar Rp 300 ribu, sedangkan siringnya seharga Rp 500 ribu, karena di impor dari Jerman. Kalau obat biusnya lebih murah, perbotol sekitar Rp 1.500.000 dan bisa untuk beberapa dosis, sampai berat sekitar 1 ton.

--page

"Tadi siringya ada yang rusak dan jarumnya patah tiga. Jadi saat evakuasi tadi kurang lebih hampir Rp 2 jutaan habisnya," jelasnya.

Saat ini orangutan dengan berat sekitar 90 Kg tersebut telah berhasil dievakuasi dan dikarantina di Kantor BKSDA SKW II Pangkalan Bun untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan. (DANANG/B-6)