BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi menginginkan seluruh sekolah di kabupaten itu menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Untuk mewujudkan hal tersebut, tenaga pendidik harus kreatif dan inovatif. Namun hal itu memiliki kendala tersendiri yang harus mampu dieliminasi peserta didik tersebut.
Adapun kendala yang dialami saat ini di antaranya keterbatasan siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Media dan metode yang digunakan kerap monoton dan membingungkan. Pendidik belum memiliki kreativitas dan inovasi yang brilian dalam pembelajaran dalam jaringan.
"Pendidik harus kreatif jangan pasrah. Sebab, kreatif dan inovatif bukan bawaan dari lahir tapi sesuatu yang dapat dilahirkan," kata Suparmadi, Sabtu, 21 Agustus 2021.
Dalam penerapannya di dunia pendidikan di Kotawaringin Timur, Suparmadi mengaku, menyerahkan semua kepada sekolah dan guru. Baik itu metode maupun teknis lain dalam pembelajaran. Terutama saat pembelajaran jarak jauh saat pandemi ini.
--page
Sebagai contoh, dalam pembelajaran jarak jauh ada yang menerapkan sistem pembelajaran daring secara penuh. Ada juga yang luar jaringan. Selain itu, adapula yang mengombinasikan keduanya.
"Kami memberikan kebebasan kepada sekolah dan guru dalam menentukan sistem mana yang akan dipilih," pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









