SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pandemi memaksa semua sendi kehidupan berubah, dari pertemuan langsung menjadi tidak langsung melalui dunia maya. Hal ini juga terjadi di bidang pendidikan. Sehingga, pandemi melahirkan era baru pendidikan. 

"Mau tidak mau, suka atau tidak, kita sudah memasuki era baru. Ini tidak hanya terjadi di tempat kita, namun juga Indonesia," kata Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi, Sabtu, 23 Agustus 2021. 

Menjalani itu, Suparmadi mengungkapkan, ada 3 permasalahan yang muncul beriringan dengan berubahnya metode pembelajaran saat pandemi.

"Masalah baru yang muncul yakni di lapangan masih terbatasnya kepemilikan komputer, laptop, gadget peserta didik, akses dan koneksi internet yang buruk, serta minimnya pengetahuan orang tua tentang teknologi," katanya.

Permasalahan tersebut pun dapat mengakibatkan tidak meratanya akses pembelajaran sehingga tidak maksimal. Hal ini menjadi salah satu kendalanya. 

Hal itu dikatakannya mengingat pembelajaran yang dilakukan sangat berbeda. Karena setelah pandemi pembelajaran dilakukan melalui digitalisasi.

"Sistem pembelajaran saat pandemi covid-19 ini ada tiga macam yakni, dalam jaringan, luar jaringan, dan kombinasi keduanya," beber Suparmadi.

--page

Menurutnya, ke tiga sistem pembelajaran tersebut ditentukan sesuai dengan keadaan daerah sekolah masing-masing dan tentunya apapun sistem yang digunakan tetap mengacu pada kurikulum yang ada.

"Kebijakan penerapan sistem ini dimaksud agar sekolah, siswa, guru dan orang tua siap memasuki era pendidikan baru ini," pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-11)