BORNEONEWS, Sampit - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga hari ini kesulitan untuk mendapatkan data korban banjir di 4 kecamatan yang ada di wilayah Utara.
Hal tersebut membuat pihak BPBD kesulitan untuk menyalurkan bantuan. Terutama yang dibutuhkan masyarakat, seperti sembako dan logistik lainnya.
"Kalau datanya sudah valid, maka akan mudah kami untuk menyiapkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak," ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Yaphi Hartadi, Selasa, 24 Agustus 2021.
Dirinya menerangkan, data korban terdampak sangat penting untuk menyalurkan bantuan. Sehingga, tidak ada yang tertinggal atau tidak mendapat bantuan dari pemerintah.
"Penyaluran akan cepat dilakukan, jika memang data sudah lengkap. Namun jika data dilaporkan secara bertahap, maka akan memerlukan waktu untuk penyalurannya," kata Yaphi.
--page
Pihaknya berharap agar pihak desa benar-benar mendata warganya yang terdampak. Sehingga, pihak BPBD bisa segera memetakan untuk penyalurannya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)









