SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap operasi modifikasi cuaca (OMC) segera dilakukan untuk membantu mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"OMC saat ini on progress dari BNPB. Sekarang lagi mereka review awan hujan. Mudah-mudahan tiga sampai empat hari ke depan sudah bisa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, OMC tetap diharapkan dapat membantu kondisi karhutla meskipun hujan yang dihasilkan tidak selalu turun tepat di wilayah Kotim. 

Ia berharap keberadaan hujan setidaknya dapat membantu membersihkan udara dan mengurangi konsentrasi kabut asap yang muncul akibat karhutla.

"Walaupun mungkin hujan tidak di sini, tapi paling tidak bisa menghapus kabut asap," ujarnya.

Multazam menjelaskan pelaksanaan OMC dilakukan melalui kerja sama BNPB dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Upaya tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah pendukung dalam penanganan karhutla, terutama untuk membantu mengurangi dampak asap yang mulai dirasakan masyarakat saat pagi hari.

Sementara itu, BPBD Kotim tetap mengandalkan penanganan di lapangan untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas. (DEWI PATMALASARI/H)