BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai wujud tanggung jawab dan perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang terdampak musibah banjir, Bupati Kobar Nurhidayah turun langsung menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Arut Utara pada Kamis, 26 Agustus 2021.
Banjir di wilayah Kecamatan Arut Utara menimpa 10 desa dan kelurahan Pangkut, dengan jumlah korban 1.517 jiwa dari 519 kepala keluarga (KK). Hingga saat ini, banjir mulai merendam jalan poros antardesa. Bahkan, ketinggian air mencapai 1 meter lebih, dan sejumlah warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.
Penyaluran bantuan yang dilakukan oleh Bupati Kobar, di dampingi Kepala Dinas PUPR Kobar Junni Gultom, Kepala Dinas Sosial Ahmad Yadi, Dinas Kesehatan Kobar di wakili oleh dr Fauzan, Kepala BPBD Kobar Syahruni dan Kepala Dinas Perhubungan Kobar Fitriyana.
Nurhidayah mengatakan, bantuan yang di salurkan pemerintah daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, di harapkan bantuan ini dapat mengurangi beban, dan masyarakat harus tetap semangat menghadapi ujian ini.
"Kita tahu, bahwa saat ini bukan saja menghadapi bencana Covid-19 tapi di hadapi bencana banjir, ini ujian bagi kita semua. Semoga masyarakat yang terdampak banjir untuk tetap semangat dan menjaga kesehatan, jika merasa tidak aman, sebaiknya segera pindah ke tempat yang lebih aman," ujar Nurhidayah.
--page
Nurhidayah menambahkan, terdapat tiga wilayah di Kobar yang masuk daerah rawan banjir, yakni Kecamatan Arut Utara, Arut Selatan dan Kotawaringin Lama. Sejak jauh hari, pemerintah daerah melalui BPBD telah melakukan pemetaan titik yang rawan banjir maupun kebakaran hutan dan lahan di saat kemarau.
Sementara itu, Camat Arut Utara Amir Mahmud menjelaskan, banjir di Arut Utara hampir sepekan. Banjir bukan saja merendam permukiman, tapi juga akses jalan penghubung desa, mulai dari Kelurahan Pangkut menuju ke desa Sukarami dan desa lainnya, jalan poros terendam banjir dengan ketinggian 50 centimeter hingga 1 meter.
"Sejak awal banjir hingga 26 Agustus 2021 ini, ada 491 rumah terdampak banjir, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 519 dan 1.517 jiwa, jumlah rumah yang terdampak banjir dan paling banyak di Kelurahan Pangkut," jelas Amir Mahmud.
Rinciannya, untuk Kelurahan Pangkut 173 rumah, 179 kk dan 551 jiwa. Desa Nanga moa 20 rumah, 20 kk dan 40 jiwa. Sukabumi 41 rumah, 41 kk dan 145 jiwa. Gandis 40 rumah, 40 kk dan 80 Jiwa. Kerabu 30 rumah, 30 kk dan 50 jiwa. Penyombaan 75 rumah, 75 kk dan 186 jiwa, Sambi 40 rumah, 40 kk dan 144 jiwa. Riam 24 rumah, 24 kk dan 58 Jiwa. Panahan 43 rumah, 54 kk dan 174 jiwa. Pandau 16 rumah, 18 kk dan 58 jiwa, dan Desa Sungai Dau 11 rumah, 14 kk dan 40 jiwa. (DANANG/B-7)









