BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah orang tua dan wali murid di Sampit mengaku senang dengan dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas. Mereka mengaku pasrah dan memercayakan penerapan protokol kesehatannya kepada guru di sekolah.
"Alhamdulillah, saya sudah pusing anak belajar dari rumah. Apalagi tak hanya dari rumah, kami juga harus mengambil tugas hampir setiap hari," kata Idah, salah seorang wali murid TK di Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rabu, 1 September.
Hal senada juga diucapkan orang tua lainnya, salah satu yang membebani mereka adalah biaya kuota internet unyuk belajar dalam jaringan (daring).
"Tidak masuk sekolah bukan berati biaya menurun justru membengkak," kata Sari, orang tua siswa lainnya.
Para orang tua mengaku pasrah dan tidak terlalu mengkhawatirkan lagi akan penularan Covid-19. Sebab menurut mereka pihak sekolah tentu punya kebijakan tersendiri hingga akhirnya boleh menerapkan pembelajaran tatap muka meski terbatas.
"Percayakan saja pengawasan kepada guru di sekolah. Lagian sepanjang yang saya tahu, jarang anak yang kena Covid-19 apalagi sampai parah. Imun mereka itu kuat apalagi kalau sudah ketemu teman-temannya, jadi tidak perlu khawatir seperti awal-awal Covid-19 dulu," katanya.
--page
Seperti diketahui Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur telah mengeluarkan surat edaran, sekolah-sekolah terutama tingkat TK, SD, dan SMP boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, dengan sejumlah persyaratan yang ditentukan. Menyikapi ini sejumlah sekolah di Kota Sampit pun mulai melaksanakan sejak Senin, 30 Agustus. Edaran ini bersifat sementara, jika ada peningkatan kasus Covid-19 maka sewaktu-waktu dapat dihentikan kembali. (USAY NOR RAHMAD)









