BORNEONEWS, Sampit - Laporan gangguan satwa liar kembali terjadi di Kotawaringin Timur. Kali ini seekor orangutan menyatroni kebun warga di Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
"Orangutan terlihat 4 hari yang lalu," ungkap Tayib, pemilik kebun, Sabtu 4 September 2021. Orangutan ini dilaporkan telah menjarah buah di kebun milik warga. Warga pun menjadi resah dan bingung harus bertindak apa.
"Saat ini sedang musim buah. Rambutan sudah siap petik dan kelapa sawit juga siap panen," ungkapnya.
Berdasar informasi yang dihimpun borneonews.co.id sudah 7 orang pemilik kebun di sekitar wilayah ini mengeluhkan kemunculan orangutan di kebun mereka.
Dihubungi terpisah, Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengaku telah menerima laporan warga. Pihaknya berpesan kepada warga agar terus melaporkan keberadaan orangutan guna memastikan sebelum pihaknya mengambil langkah evakuasi.
--page
"Sudah kami beri arahan kalau ada orangutan lagi, silakan langsung melapor," ujarnya. Pihaknya perlu memastikan keberadaan orangutan sebab lokasi kemunculan jaraknya cukup jauh dari pusat kota. Sehingga jika evakuasi, orangutan mudah ditemukan dan dapat segera ditangkap. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









