BORNEONEWS, Sampit - Hipertensi, dan gatal-gatal mendominasi penyakit yang melanda banyak masyarakat di sejumlah desa Kecamatan Kota Besi, yang menjadi korban musibah banjir.
"Dari laporan tenaga kesehatan, banyak warga yang alami hipertensi dan gatal-gatal, terutama warga yang sudah berumur," ujar Camat Kota Besi Ninuk Muji Rahayu, Kamis, 09 September 2021.
Selain penyakit tersebut, diare, flu dan sakit maag juga jadi keluhan masyarakat. Hal itupun menjadi perhatian pihaknya. Karena saat ini di Desa Hanjalipan yang merupakan daerah banjir terparah, hanya ada satu tenaga kesehatan.
"Itu sudah kami laporkan kepada Dinas Kesehatan, karena di Desa Hanjalipan saja, cuma ada 1 orang nakes, 1 orangnya cuti karena melahirkan," katanya.
Kondisi ini membuat Ninuk meminta kepada nakes agar lebih mengutamakan pemantauan kesehatan terhadap masyarakat lanjut usia, karena lebih rentan.
--page
"Kalau yang muda-muda bisa langsung datang ke pustu, kalau yang tua saya minta agar dikunjungi ke rumahnya," terangnya.
Sementara, desa di Kota Besi yang dilanda banjir yakni Desa Hanjalipan, Palangan, Simpur, Soren, Rasau Tumbuh, Dusun Pemadoan, dan Desa Pamalian. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









