PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah mengapresiasi atas dicanangkannya Kobar sebagai percontohan kota bebas pungli. Namun demikian, ia mengganggap hal tersebut sangat berat. 

Sebab, menurut Bupati, semua pihak harus merubah pola pikir dan birokrasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 

"Tetapi kami berharap dengan adanya dukungan dari semua pihak, kita semua mampu dan bertekad memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Bupati, Rabu, 15 September 2021.

Bupati juga mengharapkan dukungan dan peran aktif masyarakat agar bersama pemerintah daerah dalam upaya memberantas pungli.

"Terlebih saat ini ada aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di Playstore yaitu Saber Pungli yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan adanya aktivitas pungli. Pemanfaatan aplikasi ini adalah upaya mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih," jelas Bupati.

--page

Bupati menambahkan, adanya aplikasi tersebut memang memudahkan masyarakat untuk melapor. Namun masih ada lagi kendala yang akan ditemui dalam menggunakan aplikasi tersebut di lapangan.

"Karena tidak semua wilayah di Kobar yang bisa dengan mudah mengakses internet khususnya di daerah terpencil. Namun harapannya pelayanan pada masyarakat bisa diberikan dengan sistem jemput bola. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan meskipun keberadaannya didaerah terpencil," jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/B-7)