BORNEONEWS, Sampit - Keberanian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menerapkan Pembelajaran Tatap Muka terbatas di tengah pandemi saat ini menjadi perhatian kabupaten tetangga.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi mengatakan keberaniannya melaksanakan pembelajaran tatap muka, bukan tanpa alasan. Tren Covid-19 di Kotim sudah mulai melandai menjadi salah satu pertimbangannya. Namun hal ini justru mengundang perhatian dari kabupaten tetangga yakni Kotawaringin Barat.
"Ketika DPRD Kotawaringin Barat menanyakan hal itu. Kita patut bangga karena Kotim menjadi percontohan," kata Suparmadi, Minggu 19 September 2021.
Saat pertemuaan dengan DPRD Kobar tersebut, Suparmadi, membeberkan penyelenggaraan pendidikan pada masa pandemi di Kotim pada umumnya dilaksanakan berdasarkan hasil kesepakatan yang melibatkan orang tua.
"Selain itu kami juga menggelar diskusi bersama Komisi III dan juga pemerhati pendidikan serta Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19. Kami juga sudah beberapa kali mengeluarkan edaran, dalam hal metode yakni Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan PTM Terbatas," imbuh Suparmadi.
--page
Pola pembelajaran yang dilakukan selama di Kotim terdiri dari dua pola yakni Belajar Dari Rumah, di pola ini, guru bisa berkunjung ke rumah. Sementara itu ada juga pola dalam jaringan menggunakan aplikasi online. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









