PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar kembali mengaktifkan posko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pasalnya titik hotspot atau kasus Karhutla di Kobar sudah mulai muncul di beberapa wilayah rawan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Martogi mengatakan kasus Karhutla sudah mulai muncul setelah musim banjir. Sehingga pihaknya kembali mengaktifkan Posko Karhutla di BPBD Kobar.

"Posko Karhutla sudah kita aktifkan kembali. Supaya saat ada kejadian Karhutla langsung cepat ditindaklanjuti oleh Satgas Karhutla," katanya, Senin 18 Oktober 2021.

Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Tanaga, Manggala Agni dan pihak lainya yang terlibat mulai bersiaga di Posko, sehingga pada saat ada kejadian, maka tim bisa bergerak cepat.

"Pengaktifan posko Karhutla ini guna memudahkan koordinasi saat ada laporan Karhutla. Maka personil dan armada yang di kerahkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," jelasnya.

--page

Seperti kejadian kebakaran lahan mulai terpantau satelit. Ada sejumlah titik yang terbakar meski semuanya dapat di padamkan.

"Seperti di Kecamatan Kotawaringin Lama dan Kumai ini sudah mulai ada kasus kebakaran dan terpantau satelit. Hanya saja belum terlalu banyak dan setiap kebakaran dapat di padamkan," jelasnya.

Hal ini tentu menjadi perhatian bagi Satgas Karhutla, mengingat bahwa setelah musim banjir, mukai muncul Karhutla. Adanya kejadian karhutka ini disebabkan oleh faktor kesengajaan dari manusia.

"Maka harus banyak sosialisasi ke masyarakat  melalui pertemuan dan spanduk, sehingga ke depan tidak ada masyarakat yang melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan membuka lahan. Karena ada ancaman kurungan penjara bagi pelaku pembakar lahan," pungkasnya. (DANANG/B-6)