BORNEONEWS, Sampit - Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengaku belum melakukan observasi ke lokasi buaya yang tertangkap warga di Sungai Lenggana, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Selasa, 2 November 2021.
"Sebenarnya ada tanda tanya juga. Kenapa ditangkap, kalau dilepas lagi," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Rabu, 3 November 2021.
Kendati demikian BKSDA juga tak ingin berburuk sangka. Sebab belum mengetahui apakah buaya tersebut ditangkap secara sengaja atau memang tertangkap oleh warga.
Muriansyah menyayangkan dengan dilepaskannya kembali buaya di sekitar perairan Sungai Lenggana dan semestinya buaya bisa dialihkan ke tempat yang lebih aman bagi manusia.
Selama ini BKSDA selalu menindaklanjuti laporan warga saat ada laporan kemunculan buaya maupun saat terjadi serangan. Upaya pemasangan pancing atau jerat pun sudah sering dilakukan, namun selalu gagal.
--page
Dikabarkan sebelumnya, warga sekitar Sungai Lenggana, di perbatasan antara Desa Bapanggang Raya, Kecamatan MB Ketapang dengan Desa Bagendang Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur menangkap buaya.
Buaya berukuran besar itu ditemukan di sekitar kandang ayam milik warga yang berada di pinggir sungai, Selasa dini hari (2/11), mamun setelah itu buaya langsung dilepaskan tanpa pemberitahuan kepada BKSDA. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









