SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hadiansyah, warga Desa Beringin Tunggal Jaya, Kecamatan Parenggean, Kotawaringin Timur, menyerahkan seekor buaya sapit atau buaya senyulong ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Buaya itu sempat dirawat olehnya selama 6 tahun belakangan.

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah menjelaskan, penyerahan ini berawal dari laporan Hernadi, salah seorang anggota Polsek Parenggean, Selasa, 9 November 2021. Bahwa, ada seorang warga yang ingin menyerahkan satwa dilindungi negara itu.

"Mendapatkan laporan tersebut maka kami bersama WRU SKW II (Wildlife Rescue Unit Seksi  Konservasi Wilayah II) dan OF-UK melakukan evakuasi dan pengangkutan buaya," jelas Muriansyah, Rabu, 10 Oktober 2021.

Berdasarkan pengakuan Hadiansyah, buaya itu ditemukan di Sungai Rege, wilayah Desa Selucing, Kecamatan Mentaya Hulu,  saat mencari ikan pada tahun 2015 lalu.

Buaya tersebut sempat dipelihara di kolam penampungan yang dibuatnya. Namun seiiring berjalannya waktu muncul kekhawatiran baginya buaya menyerang anak-anak. Atas saran pihak kepolisian setempat Hadiansyah pun menyerahkan buaya bernama ilmiah Tomistoma schlegelii itu.

--page

"Diserahkan kepada petugas BKSDA karena saran dari pihak Polsek dan ada khawatiran dari Hadiansyah, buaya menyerang anak-anak yang sering bermain ke kolam penampungan buaya," kata Muriansyah.

Proses evakuasi buaya berjalan sesuai keinginan dan disaksikan pihak perangkat desa dan pihak Polsek Parenggean. Setelah dievakuasi buaya langsung dibawa ke kantor SKW II Pangkalan Bun untuk diperiksa kesehatannya lebih lanjut sebelum dilepasliarkan.(USAY NOR RAHMAD/B-5)