SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hampir setengah tahun sudah SDN 4 yang mengalami musibah kebakaran Juli lalu, hingga kini masih belum ada kejelasannya. Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi saat dikonfirmasi, mengaku telah menganggarkan pada 2022. 

"Sudah kami anggarkan tahun 2022," ungkapnya, Senin, 13 Desember 2021.  Anggaran yang telah diperhitungkan dalam pembangunan itu adalah sekitar Rp 750 juta. Nilai ini diyakini  akan cukup membangun ulang gedung sekolah yang beralamat di Jalan DI Panjaitan Sampit itu. 

Meski sedang kekurangan ruangan belajar, dipastikan Suparmadi kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berlangsung normal. Pihaknya telah mempercayakan kepada pihak sekolah terkait mekanisme pembelajaran yang dilaksanakan. 

"Untuk kegiatan pembelajaran sudah kami serahkan ke sekolah. Kami percaya pihak sekolah jauh lebih baik memikirkan agar tetap bisa melakukan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi itu," ujarnya. 

Suparmadi berharap kejadian kebakaran menimpa bangunan SDN 4 Ketapang Sampit menjadi musibah yang terakhir bagi lembaga pendidikan.

--page

Sebab itu dia mengimbau akar semua satuan pendidikan memperhatikan segala potensi bencana di sekolah. Salah satunya dengan meminimalisasi kemungkinan kebakaran. (USAY NOR RAHMAD/B-11)