PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa kinerja Pasar Modal Indonesia selama 2021 menunjukkan kinerja yang stabil dan membaik tercermin antara lain dari stabilitas pasar, aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana dan jumlah investor ritel yang mencapai rekor tertinggi.

"Dalam penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia dilakukan Menko Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto di Jakarta pekan lalu atau akhir tahun 2021 kemarin, beliau didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, Anggota Dewan Komisioner OJK ex officio Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kabareskrim Agus Andrianto dan Dirut BEI Inarno Djajadi. Disana dijelaskan mengenai kondisi pasar modal kita," kata Otto pada Selasa, 4 Januari 2022.

Menurut Otto menyampaikan rilis, dalam kesempatan itu, Airlangga memberikan apresiasi kepada OJK, Bursa Efek Indonesia dan seluruh stakeholders atas kinerja Pasar Modal Indonesia yang tumbuh positif sepanjang tahun 2021.

"Pendalaman pasar terjadi dengan adanya peningkatan jumlah investor baru terutama investor ritel di Pasar Modal serta penambahan jumlah perusahaan yang melakukan IPO," kata Airlangga.

Sementara Wimboh Santoso mengatakan selama hampir dua tahun, Pasar Modal Indonesia menorehkan berbagai pencapaian yang menjadi bekal pendorong pemulihan ekonomi.

--page

"OJK bersama Self-Regulatory Organization atau SRO dan seluruh pemangku kepentingan di Pasar Modal Indonesia melalui kebijakan pengaturan dan pengawasan terus menjaga daya tahan dan stabilitas pasar menghadapi volatilitas Pasar akibat dampak pandemi Covid-19," kata Wimboh. (TESTI PRISCILLA/B-5)