PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah terus memperluas edukasi pasar modal kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa baru Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu atau SEPMT Tahun 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, mengenai pasar modal sekaligus memperluas akses terhadap produk investasi yang legal dan berada dalam pengawasan regulator.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan edukasi pasar modal penting dilakukan sejak dini agar mahasiswa memiliki pemahaman yang memadai sebelum mulai berinvestasi.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengenal produk investasi yang tersedia di pasar modal. Mereka juga perlu memahami bagaimana mekanisme investasi bekerja, termasuk manfaat dan risiko yang melekat pada setiap instrumen.

“Mahasiswa perlu memahami terlebih dahulu mekanisme, manfaat, dan risiko investasi sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Primandanu dalam rilisnya pada Kamis, 24 September 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga mengintegrasikan aspek literasi dan inklusi keuangan. Selain memberikan pengetahuan mengenai pasar modal, edukasi diarahkan untuk membuka akses masyarakat terhadap produk dan layanan investasi yang resmi serta diawasi.

Melalui rangkaian SEPMT 2026, OJK bersama BEI Kalteng juga mendorong penambahan Single Investor Identification (SID) baru di Kalimantan Tengah. SID merupakan identitas tunggal investor yang digunakan dalam aktivitas transaksi di pasar modal Indonesia.

"Kami berharap edukasi yang diberikan kepada mahasiswa dapat menjadi bekal untuk mengambil keputusan keuangan secara lebih terinformasi dan bertanggung jawab," katanya lagi.

Di sisi lain, peningkatan literasi diharapkan berjalan seiring dengan perluasan inklusi keuangan melalui akses terhadap investasi yang legal dan diawasi. (TESTI PRISCILLA/H)