BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengembangan ekonomi hijau di Kalimantan Tengah dinilai harus mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan perkembangan IDX Green Equity Designation menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ekonomi hijau melalui pasar modal.
Menurutnya, label tersebut membantu investor mengidentifikasi perusahaan yang kegiatan usahanya mendukung ekonomi hijau atau transisi rendah karbon.
“IDX Green Equity Designation ini merupakan inisiatif yang sangat strategis dalam mendukung ekonomi hijau,” ujarnya pada Kamis, 24 September 2026.
Pengamat perkebunan kelapa sawit dan ekonomi, Rawing Rambang, mengatakan prinsip keberlanjutan harus menjadi bagian dari pengembangan unit usaha, termasuk sektor perkebunan kelapa sawit.
“Pada prinsipnya sekarang untuk mengembangkan unit usaha harus menganut prinsip-prinsip sustainability yang ramah lingkungan,” kata Rawing.
Ia menekankan pembangunan yang dilakukan saat ini harus tetap mempertimbangkan kepentingan generasi mendatang.
Menurutnya, perusahaan juga harus memperhatikan empat aspek utama, yakni ekonomi, sosial, lingkungan dan transparansi.
Primandanu mengatakan peluang tersebut cukup besar bagi Kalteng karena daerah memiliki potensi pada sektor kehutanan dan perkebunan.
Perusahaan berbasis ekonomi hijau, lanjutnya, dapat memanfaatkan pembiayaan melalui pasar modal dan pada akhirnya memenuhi kriteria untuk mendapatkan label green equity.
Keduanya berharap semakin banyak pelaku usaha daerah memperkuat praktik keberlanjutan, tata kelola dan transparansi. Dengan begitu, pengembangan ekonomi hijau dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi Kalteng. (TESTI PRISCILLA/H)









