BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 7 rumah yang merupakan bagian dari relokasi bagi korban bencana abrasi yang terjadi di pinggiran pantai di wilayah pesisir, tepatnya di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang terjadi 2020 lalu diserahkan Pemkab Kobar, Rabu, 12 Januari 2022.
Menggunakan anggaran dari APBD Kobar tahun 2021 sebesar Rp 890 juta ini diupayakan berlanjut lagi tahun 2022.
"Karena akhir tahun 2021 lalu terjadi lagi bencana dan abrasi di Keraya. Sekitar 5 rumah yang terkena bencana akan diupayakan relokasi dan dibangun tahun 2022 ini yang bakal dipersiapkan sebanyak 50 unit lagi," jelas Bupati Kobar Nurhidayah dalam kegiatan penyerahan rumah tersebut pada 7 warga penerima.
Menurut Bupati, dala. waktu dekat tumah yang telah dibangun tersebut akan segera diurus serifikatnya bekerjasama dengan pihak BPN.
"Sedangkan rumah milik warga yang berada pada wilayah yang terdampak bencana dan abrasi akan dihibahkan pada Pemkab Kobar yang nantinya bisa dimanfaatkan, mungkin bisa untuk wsata mangrove nanti kalau kita tanami mangrove," jelas Bupati.
--page
Muksin, salah seorang warga yang menerima rumah relokasi tersebut mengatakan bahwa saat ini ia merasa aman dan nyaman setelah menempati rumah baru tersebut.
"Saat ini tidak was-was lagi terutama saat kondisi cuaca sedang memburuk. Terima kasih pada Pemkab Kobar yang telah merelokasi kami ke lokasi pemukiman yang lebih aman," jelas Muksin. (WAHYU KRIDA/B-5)









