PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Orangutan Foundation United Kingdom (OFUK) dan Yayorin menggelar Workshop Pengelolaan Populasi Orangutan di hutan produksi dan areal High Conservation Value (HCV) di dalam wilayah perkebunan sawit.

Kegiatan ini guna mendukung dan memastikan pengelolaan populasi orangutan diluar kawasan konservasi yaitu yang berada di wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang memiliki kewenangan atas hutan diluar kawasan konservasi.

Kegiatan yang digelar di hotel, Rabu 19 Januari 2022 ini diikuti oleh berbagai perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan Non Government Organization (NGO) di Kalteng 

Kepala BKSDA Kalteng, Nur Patria Kurniawan usai membuka kegiatan tersebut mengatakan kenapa selama ini imej banyak pihak terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit cenderung jelek, karena pihak perusahaan sendiri masih sangat minim untuk melakukan ekspos kegiatan konservasi yang dilakukannya.

"Karena selama ini perkebunan sawit lebuh sering melakukan ekspos seputar produksi dan pengelolaan perkebunan saja, sedangkan ekspos berbagai prestasi pengelolaan konservasi sangat minim," jelasnya.

--page

Padahal pentingnya melakukan ekspos terkait prestasi dari kegiatan konservasi yang dilakukan perusahaan sangat penting.

"Tujuannya agar informasi yang betkembang luas bisa berimbang. Masyarakat luas juga bisa mendapatkan informasi yang bagus dari keberadaan perusahaan sawit bukan hanya kekurangannya saja," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)