PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peneliti dan Dosen Keamanan Sistem Informasi serta Teknologi Digital Universitas Palangka Raya, Rony Teguh mengatakan masih banyaknya korban dari investasi bodong karena sebagian masyarakat belum mengetahui investasi mana yang aman. 

"Saya mengharapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus lebih banyak memberikan edukasi maupun sosialisasi guna memberikan pemahaman kepada masyarakat yang mana investasi yang aman dan tidak aman, sehingga masyarakat tahu dan dapat membedakannya," ucapnya, Kamis 27 Januari 2022

Rony mengatakan untuk membedakan investasi bodong dan yang legal setiap user harus melakukan pengecekan terlebih dulu ke OJK. 

Menurutnya investasi yang sehat melihat keberadaan informasi terhadap perusahaan dan manajer investasinya di internet, selanjutnya melakukan pengecekan di OJK. 

Selain itu pengecekan juga bisa dilakukan pada PT Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI) untuk memeastikan bahwa investasi tersebut benar atau bodong.

“Jenis investasi atau instrumen bergantung dari tingkat resikonya. Tingkatan tersebut dari biasa sampai sangat beresiko. Contohnya cripto dan saham adalah tingkat resiko paling tinggi menanggung kerugian,” tambahnya.

--page

Rony meminta masyarakat bisa cermat dalam melakukan investasi terutama disalah satu platfrom, karena salah sedikit saja akan menanggung kerugian. 

“Untuk masyarakat supaya terhindar dari Scam, adalah melakukan pengecekan di KSEI dan OJK serta mencari informasi lebih di internet supaya tidak terjebak Scam,” pungkasnya. (APRIANDO/B-6)