BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit langsung melakukan observasi atas laporan kemunculan satu induk dan satu anak orangutan di Jalan Soekarno atau Lingkar Kota Utara. Hasilnya, orangutan belum ditemukan. Namun sejumlah petunjuk menandakan orangutan tersebut masih berada tak jauh dari lokasi itu.
"Orangutan tidak ditemukan, sore akan kami cek lagi," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Selasa, 1 Februari 2022.
Muriansyah mengaku juga telah menemui pelapor, yakni Ahmad. Dari pengakuannya orangutan terpantau sudah tiga hari di lokal tersebut.
Sementara hasil pemantauan di lokasi, petugas menemukan sarang kelas 1 satu buah dan sarang kelas 2 sebanyak 2 buah. Petugas juga menemukan kotoran orangutan di sekitar lokasi.
Diungkapkan Muriansyah, akses ke lokasi sarang yang dibuat orangutan juga terbilang mudah. Lokasi bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Jadi memudahkan apabila akan dilakukan evakuasi atau rescue.
"Hanya 300 meter dari jalan utama," katanya. Sedangkan vegetasi di sekitar lokasi kemunculan orangutan, didominasi semak belukar. Disertai tanaman buah milik warga. Hal ini diyakini akan membuat orangutan betah berada di lokasi itu.
--page
"Kami juga menemukan nanas yang dirusak dan diambil umbutnya. Selain itu juga ada umbut kelapa dan buah kelapa sawit," katanya.
Warga yang beraktivitas di sekitar lokasi oun diminta waspada. Bila orangutan muncul diharapkan segera menjauh, jangan mendekat apalagi berani menangkap satwa dilindungi itu. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









