BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabupaten Kotawaringin Barat juga memiliki komoditas kopi yaitu Liberika. Komoditas ini memiliki potensi besar jika dikembangkan dan dikelola dengan baik.
Bupati Kobar Nurhidayah mengunjungi Kampoeng Kopi Banaran, Jawa Tengah. Dalam kunjungannya ini bupati didampingi oleh rombongan instansi terkait.
"Kita memiliki kopi varian liberika yang itu tidak dimiliki setiap daerah dan ini apabila kita kelola lebih baik lagi tentu akan memiliki potensi yang besar, terutama bagi para petani dan pelaku usahanya," katanya.
Nurhidayah berharap pengelolaan dan pemanfaatan komoditas kopi liberika semakin maksimal, sehingga bisa berdampak kepada perekonomian masyarakat.
"Tentu apa yang dikembangkan di Kampoeng Kopi Banaran tersebut bisa kita tiru, sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Kobar," imbuhnya.
Kunjungan bupati dan rombongan ke Jawa Tengah dan Yogyakarta melakukan kaji banding dalam rangka menjaga kualitas lingkungan hidup. Pasalnya, Pemkab Kobar komitmen untuk mengatisipasi penurunan luasan lahan hutan di kawasan hutan Area Penggunaan Lain (APL).
--page
Kegiatan yang berlangsung antara 23-26 Maret 2022 ini dilaksanakan untuk menggali cara pengelolaan hutan berkelanjutan seperti pemanfaatan jasa lingkungan.
Lokasi pertama yang dikunjungi Bupati bersama tim adalah Kampoeng Kopi Banaran, Jawa Tengah. Di tempat ini, rombongan melihat langsung pengelolaan, pemanfaatan dan pengelolaan kebun kopi.
Selain kunjungan ke Kampoeng Kopi Banaran, Bupati beserta rombongan juga mengunjungi Mangrove Wanatirta dan Hutan pinus Mangunan Yogyakarta.
"Kita juga berencana mengembangkan Mangrove di wilayah pesisir, sehingga kaji banding ini sangat penting untuk peningkatan potensi daerah," pungkasnya. (DANANG/B-6)









