PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat bahwa fungsi intermediasi perbankan pada bulan Februari 2022 kembali mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,33 persen yoy (0,93 persen mtm). 

dengan seluruh kategori debitur mencatatkan kenaikan, terutama UMKM dan ritel.

"Secara sektoral, mayoritas sektor utama mencatatkan kenaikan kredit secara mtm, terutama perdagangan, manufaktur, dan rumah tangga masing-masing sebesar Rp19,5 triliun, Rp8,8 triliun, dan Rp7,1 triliun," kata Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy menyampaikan rilis dari pusat pada Rabu, 30 Maret 2022.

Hal tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi nasional terus membaik.

"Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,11 persen yoy (0,30 persen mtm) terutama didorong oleh giro yang tumbuh sebesar Rp30,1 triliun," katanya lagi.

--page

OJK juga menurut Otto terus mendorong terbentuknya tingkat suku bunga perbankan yang lebih efisien dan secara umum hingga Februari terus melanjutkan tren penurunan.

"Rata rata suku bunga kredit tertimbang dari Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi, dan Kredit Konsumsi pada Februari 2022 tercatat sebesar 9,02 persen atau menurun dibandingkan periode sebelumnya, begitupun dengan SBDK yang menurun menjadi sebesar 8,81 persen," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-5)