PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Satu Satuan Setingkat Pleton (SST) Kodim 1016 Palangka Raya dikerahkan untuk melakukan pengamanan aksi damai ratusan mahasiswa yang terdiri atas sembilan organisasi tergabung dalam nama Cipayung Plus. Aksi digelar di depan kantor DPRD Kalteng, Senin, 11 April 2022.

"Hari ini kami kerahkan 1 SST untuk pengamanan aksi damai dalam rangka mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus juga sebagai backup pasukan Polri," kata Dandim 1016 Palangka Raya, Kolonel Inf Rofiq Yusuf melalui Kasdim Letkol Inf Abdul Salim.

Aksi mahasiswa ini disambut Ketua DPRD Kalteng Wiyatno. Dia mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang masih peduli dengan kondisi-kondisi yang terjadi di wilayahnya. Salah satunya adalah masalah kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga BBM dan terakhir adalah masalah penundaan Pemilu.

"Percayakan kepada kami, tuntutan yang disampaikan ini akan kami tindak lanjuti sampai ke pusat," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Aksi, William Candra Wijaya mengatakan, jika tuntutan yang disampaikan dalam aksi ini tidak digubris, pihaknya akan kembali menggelar aksi serupa. 

--page

Adapun tuntutan massa aksi yakni mendesak dan menuntut DPRD untuk menyampaikan penolakan terhadap penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Menuntut DPRD agar mendesak pemerintah daerah untuk segera mengusut tuntas mengenai kelangkaan minyak goreng dan kenaikan harga bahan pokok lainnya.

Menuntut DPR RI agar mendesak Menteri SDM agar segera menurunkan harga dan mensubsidi BBM di masyarakat indonesia. Menuntut perwakilan DPR-RI dari dapil Kalteng untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terhadap janji kampanye Presiden dan wakil Presiden.

Massa aksi juga menolak kebijakan pemerintah pusat terkait PPN 11 persen. Mendesak DPR-RI untuk segera membahas dan mengesahkan RUU Masyarakat Adat dan meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan Konflik Agraria di Kalimantan Tengah. (HENDRI/B-7)