PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins mengatakan menurunnya tingkat peredaran uang palsu saat ini berkorelasi dengan sistem pembayaran non tunai yang sudah populer di kalangan masyarakat.

"Salah satu keuntungan penggunaan uang elektronik yang antara lain melalui mekanisme QRIS, masyarakat akan terhindar dari uang palsu," katanya, Minggu 17 April 2022.

Menurutnya hal ini terjadi karena seluruh pencatatan dan kepemilikan uang rupiah pada akun atau rekening uang elektronik tersimpan oleh Penyedia Jasa Sistem Pembayaran.

"Berdasarkan data yang ada, wilayah Kalimantan Tengah relatif sedikit ditemukannya uang palsu, sampai dengan triwulan pertama 2022 telah ditemukan 7 lembar," bebernya.

Bila penggunaan QRIS digunakan secara optimal, maka masyarakat akan terhindar dari potensi menerima uang palsu dibandingkan apabila masih menggunakan transaksi secara tunai.

"Ini salah satu keuntungannya. Makanya kita selalu gencar mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sistem pembayaran nontunai dalam setiap transaksi di kehidupan sehari-hari," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)