BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang meninjau Kapal Rede Ganda Nusantara 04 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah.
"Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena anugerahnya sehingga hari ini kita dapat melakukan peninjauan Kapal Rede Ganda Nusantara 04 di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah," ucap Bupati Pulpis dalam rilis yang diterima Minggu (29/05/2022).
Taty sapaan akrab Bupati Pulpis itu menjelaskan hibah tersebut dalam rangka mendukung distribusi barang dan jasa khususnya hasil pertanian program nasional food estate serta hasil pertanian lainnya diperlukan armada penyeberangan dan untuk mendukung kelancaran arus transportasi penyeberangan di wilayah kabupaten pulang pisau serta mempercepat distribusi barang lainnya.
"Kunjungan hari ini juga agar kita mengetahui mengetahui tentang kondisi kapal, bentuk kapal dan penjelasan atas biaya operasional kapal beserta sistem operasional teknis kapal," ungkapnya.
Selain itu, program hibah itu dalam rangka meningkatkan perkembangan ekonomi masyarakat.
--page
"Rencana hibah kapal rede sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat (kementerian perhubungan) terhadap program dengan food estate, dan berupaya menambah armada penyeberangan untuk meningkatkan pelayanan publik, khususnya pelayanan ferry penyeberangan sebagai bentuk pecepatan peningkatan sarana penyeberangan sungai dan danau," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Pulang Pisau Supriyadi yang turut dalam rombongan meninjau kapal itu mengungkapkan dari hasil peninjauan kondisi kapal hibah KKP RI masih bagus dan sangat berarti untuk peningkatan jasa transportasi di Pulang Pisau.
Namun sebelum dapat dipungsikan di Kabupaten bertajuk Bumi Handep Hapakat itu, Kapal Rede Ganda Nusantara 04 buatan tahun 2017 itu harus melalui proses pemeriksaan oleh pihak terkait.
"Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada KKP RI, kapal ini sangat berarti bagi peningkatan jasa transportasi air di Pulpis. Sambil menunggu hasil pemeriksaan dari pihak terkait, kami (Dishup) akan mengurus dokumen-dokumen sehingga kapal dapat segera dikirim ke Pulpis," kata Supriyadi saat dihubungi via whatsapp.
Kapal itu nanti, lanjutnya, akan difungsikan sesuai dengan kebutuhan, terutamanya untuk mendukung program Food Estate dalam pengembangan jalur transportasi, baik masyarakat, petani, dan nelayan dalam meningkatkan pariwisata.
"Terkait pungsi kapal itu nanti masih menunggu intruksi dari pimpinan. Apakah digunakan untuk susur sungai atau untuk angkutan penyeberangan. Saat ini kami fokus agar kapal hibah KKP RI itu dapat segera bersandar di Kabupaten Pulang Pisau," tambahnya.
--page
Dijelaskan, dari 536 kabupaten dan kota se-Indonesia, hanya dua kabupaten yang mendapat hibah kapal tersebut, yakni Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Pulang Pisau.
Sementara untuk penunjang kapal, pada 2023 Pemkab Pulpis melalui Dishub akan memprogramkam pembangunan sembilan buah Halte Sungai dan dua buah pelabuhan, di antaranya Pelabuhan Pasar Bahaur dan Pelabuhan atau Titian Desa Kiapak.
“Potensi-potensi di Pulang Pisau ini berada di bibir pantai. Makanya Pemerintah Daerah menggali dari sisi pantai, mulai dari tengah maupun hulu, dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Dan kami akan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, salah satu Si Mangki," tutup Supriyadi. (ang)









