BORNEONEWS Tamiang Layang - Bupati Barito Timur Ampera, AY Mebas menegaskan telah menginstruksikan Satuan Organisasi Perangkat Daerah atau SOPD untuk melakukan penanganan pasca banjir bagi warga terdampak di desa yang dilanda banjir beberapa hari lalu.
"Kemarin kita sudah melakukan rapat terkait penanganan sarana prasarana yang rusak sekaligus dampak penyakit yang diderita masyarakat pasca banjir," ujar Bupati saat diwawancara usai pencanangan Bulan Imunisasi Anak atau BIAN di SDN 3 Tamiang Layang, Selasa 31 Mei 2022.
Menurutnya warga yang terdampak banjir rentan terserang penyakit diare maupun gatal-gatal, karena itu dia menginstruksikan dinas kesehatan mengantisipasi penularan penyakit tersebut.
"Dibidang pertanian, perikanan dan peternakan juga banyak kerugian dialami masyarakat, kita akan upayakan agar mereka bisa mendapatkan ganti bibit dan benih," imbuhnya.
Data yang dirilis oleh BPBD Damkar Barito Timur menyebut ada 31 desa atau kelurahan pada 8 kecamatan dilanda banjir akibat hujan lebat yang melanda sebagian besar wilayah Barito Timur pada 26 Mei 2022 dini hari hingga pagi. Bahkan beberapa desa hingga saat ini masih mengalami genangan air.
--page
Rincian desa yang dilanda banjir, di Kecamatan Dusun Timur 4 desa/kelurahan, Paku 7 desa, Pematang Karau 8 desa, Awang 2 desa, Raren Batuah 4 desa, Karusen Janang 2 desa, Patangkep Tutui 3 desa dan Kecamatan Dusun Tengah 1 desa. (BOLE MALO/B-11)









