BORNEONEWS, Sampit - Dede Suwandi, korban tenggelam di Sungai Mentaya, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dimakamkan berdekatan dengan makam ayahnya, Jumran pada Jumat, 3 Mei 2022.
Dede Suwandi, merupakan tulang punggung di keluarganya. Sejak ayahnya meninggal, ia sembari berkuliah menghidupi ibunya, Galuh dan kakaknya, Lily.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Suryadi mengatakan, pemakaman dilaksanakan setelah salat Jumat. Tepatnya di pemakaman keluarga.
"Penemuan jasad korban tergolong sangat cepat. Setelah dilakukan pencarian oleh penyelam tradisional," katanya.
Dijelaskan Suryadi, lokasi ditemukannya tak jauh dari titik korban tenggelam. Korban terjebak di dasar sungai terjebak di lubang.
--page
"Sementara perahu dan buah sawit sudah tidak diketahui kemana hanyutnya," katanya.
Korban yang sebelumnya tenggelam akibat perahu kelotok ces yang dikemudikannya karam di Sungai Mentaya, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya ditemukan.
Korban bernama Dede Suwandi (20), ditemukan tidak jauh dari lokasi dirinya tenggelam dalam keadaan meninggal dunia.
"Alhamdulillah korban sudah ditemukan, tidak jauh dari lokasi dirinya tenggelam," ujar Koordinator Pos SAR Sampit Indar Putra, Jumat, 3 Juni 2022. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









