BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Lamandau tergolong tinggi. Pasalnya, wilayah yang berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ini merupakan jalur lintas peredaran narkotika antarwilayah.
"Kabupaten Lamandau merupakan jalur lintas antar provinsi yang menjadikan rawan peredaran narkoba," beber Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto saat Rapat Koordinasi penanganan terhadap penyalahgunaan narkotika di aula Bappeda. Jumat, 17 Juni 2022.
Rapat koordinasi Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lamandau, yang digelar di Aula Setda Lamandau juga dihadiri unsur Forkopimda, serta sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Lamandau.
Dalam rakor kali ini, membahas sejumlah poin penting, diantaranya terkait realisasi program kerja BNK Lamandau pada tahun 2019-2022, dimana masing-masing seksi BNK Lamandau memaparkan realisasi program kerja BNK sepanjang tahun 2019-2022, mulai dari tahap pencegahan, penegakan hukum, sampai tahap rehabilitasi.
“Saya harap melalui rakor ini, Pemkab, TNI, Polri, BNK, dan seluruh pihak yang terkait dapat saling bekerjasama dalam penanganan narkoba di Kabupaten Lamandau,” ujar Wabup.
--page
Wabup menambahkan, komitmen dan peran seluruh pihak dalam pemberantasan peredaran narkoba sangatlah penting, untuk itu pihaknya meminta agar TNI-Polri dan Pemerintah Daerah bisa saling bersinergi dalam mewujudkan Kabupaten Lamandau bebas dari Narkotika. (HENDI NURFALAH/B-5)









