SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kabar evakuasi orangutan di Desa Batuah, Kecamatan Seranau, sampai ke telinga warga. Sehingga saat petugas tiba, warga juga turut berdatangan. 

"Bahkan mereka ada yang rela libur kerja dan sekolah hanya untuk melihat evakuasi orangutan," ujar Idrus, warga sekitar, Rabu, 22 Juni 2022. 

Warga mengaku, mereka penasaran dengan wujud orangutan dari dekat. Selama ini mereka hanya melihat orangutan dari jauh. 

"Ini kan hewan langka dan dilindungi, makanya kami antusias melihat. Jangan sampai nanti hanya tinggal dongeng," ungkap Nita, warga sekitar yang antusias melihat evakuasi orangutan.

Hal itu tentu membuat petugas kesulitan mengevakuasi orangutan. Orangutan yang menyadari keberadaan manusia menjauh dari lokasi awal berkeliaran. 

--page

Syahrani, Ketua RT setempat pun telah mengingatkan warga tidak mendekat. Namun warga, terutama anak-anak sulit dilarang. 

"Saya khawatirnya orangutannya ngamuk, dan bisa membahayakan warga," kata Syahrani. 

Kendati demikian evakuasi orangutan berjalan lancar meski sempat terkendala karena medan evakuasi yang cukup sulit. Setelah keluar dari hutan warga pun tampak puas melihat orangutan yang masih dalam pengaruh bius dimasukkan ke dalam kandang oleh petugas. (USAY NOR RAHMAD/B-5)