BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang ajak kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi yang ada di Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab Pulpis) untuk meningkatkan penggunaan produk lokal sehingga akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
"Ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo," ucap Bupati Pulpis saat dibincangi rekan media belum lama ini.
Ia mengungkapkan hingga saat ini, dunia masih menghadapi situasi dengan ketidakpastian dan terus berupaya memulihkan ekonomi.
Pemerintah Pusat dan Provinsi telah menekankan pentingnya memacu pertumbuhan ekonomi dengan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dan anggaran BUMN untuk membeli barang produk lokal.
“Ini harus betul-betul kita perhatikan agar pemanfaatannya bisa betul-betul fokus ke titik yang kita tuju dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucap Taty sapaan akrab Bupati Pulpis itu.
--page
Menurutnya Presiden RI secara tegas menginstruksikan jajarannya untuk menggunakan produk-produk dalam negeri dan tidak membeli barang-barang lokal.
Selanjutnya, Joko Widodo juga mendorong agar produk-produk lokal dapat segera masuk pada katalog elektronik lokal yang diluncurkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Pulpis memiliki banyak kekayaan alam yang dapat kita dorong menjadi produk lokal baik itu dibidang pertanian, perkebunan, kebudayaan dan bidang pariwisata. Ini harus didorong oleh semua pihak agar dapat bermanfaat dan menjadi penghasilan bagi masyarakat Pulpis,” ucapnya.
Taty juga mengajak agar masyarakat Bumi Handep Hapakat bangga dan mencintai produk lokal khususnya yang dihasilkan oleh pengrajin-pengrajin dan UMKM lokal, karena cinta produk dalam negeri berarti cinta terhadap bangsa dan negara.
"Cinta terhadap bangsa dan negara, bisa diwujudkan melalui hal sederhana dan hanya menggunakan produk lokal yang ada di sekitar kita, karena hal tersebut dapat sangat membantu para pelaku usaha UMKM," Tambah Bupati.
Ia juga mengatakan untuk mendorong masyarakat khususnya kaum milenial, untuk cinta produk dalam negeri karena memiliki peran besar dalam menentukan nasib bangsa dan negara di kemudian hari.
Bila tidak dari sedini mungkin menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara, maka negara kita tidak akan berkembang dan tertinggal.
Bupati juga menyampaikan agar cinta produk dalam negeri semakin kuat, para pelaku usaha khususnya para pengrajin juga wajib selalu berusaha untuk memproduksi dalam hal memperkenalkan produk.
"Dengan pesatnya kemajuan teknologi, seperti halnya media sosial, dapat digunakan para pelaku usaha untuk lebih kreatif dalam menjual produk, harga bersaing dengan produk, sehingga daya tarik masyarakat juga meningkat," tutupnya. (ang)









